7 Fakta Operasi Plastik di Korea Selatan

7 Fakta Operasi Plastik di Korea Selatan

infokorea.web.id – Selain drama Korea selatan dan Kpop yang keren keren, cakep , Korea Selatan juga di kenal sebagai  salah satu negara yang banyak melakukan operasi plastik.

Dikutip dari Visit Medical Korea, pada 2015 lalu, Korea Selatan menempati posisi ketiga untuk operasi plastik di bawah Amerika dan Brasil.

Bahkan, saat ini operasi plastik di Korea Selatan juga sudah menjadi satu paket wisata yang ditawarkan oleh pemerintahnya. Maklum, selain di Seoul, beberapa kota lain di Korea Selatan juga memiliki sejumlah klinik dan rumah sakit operasi plastik yang sangat baik kualitasnya.

Warga Korea Selatan, biasanya akan mulai konsultasi dengan dokter untuk melakukan operasi plastik sejak berusia 16 tahun.

Jung Yu Jin menjelaskan bahwa membuat lipatan mata atau double eyelid masih menjadi favorit para remaja usia 16 hingga 19 tahun. Karena operasi tersebut tergolong ringan dan enggak perlu ada pemulihan yang lama.

Sementara kalau untuk operasi yang berhubungan dengan tulang, seperti hidung enggak bisa dilakukan oleh remaja.

Baca juga : Tempat Belanja Terkenal Di Seoul

“Kalau operasi hidung dan rahang hanya untuk yang berusia di atas 20 tahun, karena kalau remaja tulangnya masih dalam masa pertumbuhan,” jelas Jung Yu Jin.

Untuk cewek atau cowok berusia di atas 18 tahun dapat melakukan operasi tanpa ada persetujuan orangtua.

“Kalau di Korea, asal sudah memiliki KTP atau berusia di atas 18 tahun bisa datang sendiri untuk operasi tanpa didampingi orangtua,” terang Jung Yu Jin.

Jung Yu Jin mengungkap bahwa di kliniknya, dalam sehari terdapat 20 hingga 25 tindakan operasi plastik.

Dan, enggak semua pasiennya berasal dari Korea. Banyak juga warga asing yang sengaja datang ke kliniknya untuk melakukan operasi plastik.

Menurut Jung Yu Jin, operasi plastik di Korea, khususnya untuk membuat double eyelid enggak perlu waktu lama, yaitu dua hingga tiga jam.

“Jadi kalau untuk wisatawan yang datang ke Korea dan ingin langsung pulang setelah operasi bisa. Karena bekas jahitan bisa dibuka di rumah sakit lain,” paparnya.

Ternyata, operasi plastic di Korea Selatan tergolong cukup terjangkau dibandingkan dengan negara lain.

Biasanya, pasien hanya perlu mengeluarkan sekitar Rp.15 juta hingga Rp.50 juta untuk sekali operasi.

Tertarik guys.

Hal Gila Hanya Di Korea Utara

10 Fakta Gila Hanya Ada Di Korea Utara

Fakta Gila Korea Utara – Korea Utara adalah negara paling menutup diri di muka Bumi. Tak mudah untuk memasukinya, dan nyaris mustahil bagi rakyatnya untuk keluar dan membaur dengan warga dunia.

Bocoran tentang kondisi negara yang dikuasai rezim Kim Jong-un itu terutama didapat dari penuturan sejumlah pembelot, juga lewat sejumlah orang yang pernah berkunjung ke sana atau menetap — biasanya para diplomat.

Di sisi lain, meski bukan menjadi tujuan wisata populer, Korut kian membuka diri untuk dikunjungi turis, demi meraup devisa.

Tercatat ada pertambahan jumlah kunjungan. Sekitar 10 ribu orang berkunjung pada 2014 dan negeri itu membidik 2 juta kunjungan pada 2020.

Berikut ini adalah sejumlah fakta menarik tentang Korea Utara, negara yang dianggap lebih mementingkan memiliki senjata nuklir daripada peningkatan kesejahteraan rakyatnya,

1. Punya Kalender Sendiri

Menurut perhitungan kalender Masehi, saat ini adalah tahun 2017. Namun, Korea Utara memiliki perhitungan sendiri.

Menurut rezim Pyongyang, sekarang masih tahun 106. Penanggalan Korut dihitung sejak kelahiran sang pendiri negara Kim Il-sung pada 1912.

Kim Il-sung adalah ayah Kim Jong-il sekaligus kakek dari penguasa saat ini, Kim Jong-un.

Pembedaan dari kalender Gregorian yang lebih awam itu baru diterapkan pada 9 September 1997.

2. Larangan Merayakan Ulang Tahun

‘Presiden Abadi’ Kim Il-sung, meninggal pada 17 Desember. Sedangkan Dear Leader, Kim Jong-il, meninggal pada 8 Juli.

Dengan demikian, warga yang lahir pada tanggal itu kurang beruntung karena dilarang merayakan hari kelahirannya.

3. Tidak Bebas Mengakses Internet

Internet sekarang ini sudah berisi jutan domain, tapi hanya ada 28 situs web yang boleh diakses oleh warga Korea Utara.

Itupun berkisar pada situs web yang biasa saja, misalnya tentang asuransi, pendidikan, perawatan manula, berita, dan tips memasak.

Selain itu, tidak mudah masuk ke internet di rumah karena komputer bukan barang terjangkau dan harus dibeli dengan izin.

Jumlah penduduk Korea Utara sekitar 25 juta, tapi hanya beberapa ribu orang saja yang menggunakan internet di rumah.

4. Gaya Rambut Harus Meniru Kim Jong-un

Pemerintah Korut mengatur kehidupan warganya dengan ketat, bahkan sampai urusan cukur rambut.

Beberapa tahun lalu, pemerintah Korut meluncurkan kampanye patriotik melawan kejahatan rambut panjang. Dengan judul, “Mari memangkas rambut kita sesuai dengan gaya hidup sosialis”.

kunjungan ke salon diawasi ketat para polisi rahasia. Siapapun harus taat dan patuh mengikuti gaya rambut yang ditetapkan negara, 10 untuk pria, 18 untuk perempuan.

Tapi belakangan, khusus mahasiswa pria, mereka harus semirip mungkin dengan pemimpin tertinggi Kim Jong-un.

Gaya rambut Kim Jong-un — dua sisi dipangkas tipis, dengan bagian tengah lebih tebal lebih militeristik daripada ayahnya, Kim Jong-il.

5. Desa Propaganda

Tak jauh dari zona demiliterisasi, perbatasan antara Korea Utara dan Selatan, ada sebuah kota kecil yang tampak menyenangkan.

Dari jauh, kota itu punya fasilitas lengkap: sekolah, rumah sakit, dan toko-toko di antara rumah-rumah dari beton yang kokoh.

Tapi, tidak ada seorangpun yang tinggal di sana. Area yang oleh pihak Korut disebut “Desa Perdamaian” berselimut misteri.

Sejumlah laporan menduga bahwa desa itu hanya untuk pamer kepada Korea Selatan tentang betapa hebatnya kehidupan di Korea Utara.

Dunia menyebutnya “Desa Propaganda.”

6. Suporter Bola Sewaan

Mendapatkan cuti bukanlah hal yang mudah di Korea Utara, apalagi untuk keperluan liburan.

Bahkan, untuk keluar dari negara tersebut membutuhkan proses pemeriksaan yang ketat. Tak semua orang bisa bermimpi ke luar negeri.

Jadi, cukup mengherankan melihat ribuan warga Korea Utara hadir mendukung kesebelasan mereka dalam Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Seperti diduga, ada penjelasan tertentu untuk itu.

Ada laporan bahwa para pendukung itu sebebarnya adalah orang-orang sewaan, warga China yang dibayar oleh Korea Utara agar tampil sepatriotik mungkin dalam laga Piala Dunia.

7. Tidak Semua Jalan Beraspal

Korea Utara boleh saja berbangga memiliki gelanggang olah raga terbesar sedunia dengan daya tampung 150 ribu orang.

Tapi, di sisi lain, hanya kurang dari 3 persen jalan-jalan raya di kota itu yang rata dilapis aspal.

8. Pemilu Abal-Abal

Negara yang dikenal luas berada di bawah pemerintahan totaliter ternyata rutin menggelar pemilu.

Pemilihan umum dilangsungkan setiap 5 tahun.

Bedanya, pemberi suara hanya punya satu calon untuk dipilih — dan jangan coba-coba tidak memilih. Bisa dibilang, Kim Jong-un tidak memiliki oposisi.

9. Pembuatan Film Online Korban Penculikan

Pada 2014, muncul sebuah film “The Interview”, komedi tentang upaya 2 jurnalis Amerika Serikat untuk membunuh Kim Jong-un.

Film itu tak bakal bisa masuk ke Korut. Namun, negara yang dipimpin Dinasti Kim itu ternyata memproduksi tayangannya sendiri.

Khususnya di masa pemerintahan Kim Jong-il. Sang Dear Leader dikenal sebagai penggemar film dan ia ingin membuat banyak tayangan yang berkualitas — yang menunjukan kehebatan Korut untuk propaganda.

Untuk tujuan itu, pada 1968, Kim Jong-il menculik Shin Sang-ok, seorang sutradara Korea Selatan, dan istrinya, seorang aktris bernama Chui Eun-hee.

Selama 2 tahun, sang sutradara membuat 20 film, kebanyakan isinya propaganda. Salah satunya ‘Pulgasari’, film tentang Godzilla, lengkap dengan pesan propaganda. Sementara istrinya dikurung dalam kamar besar di rumah musim panas ‘Dear Leader’.

Namun, Shin sempat ditahan di penjara pria, selama 5 tahun, dipaksa makan rumput nasi dan garam sebagai hukuman karena mencoba kabur.

Akhirnya pada tahun 1986, pasangan tersebut diizinkan ke luar negeri untuk menghadiri festival film di Wina. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk kabur. Shin dan istrinya meminta suaka ke Kedubes AS di Austria.

10. Hukuman Vonis Untuk 3 Generasi

Sistem hukum di Korea Utara menerapkan hukuman pada tiga generasi — bukan hanya mereka yang melanggar aturan.

Jika seseorang melanggar hukum dan divonis penjara, maka seluruh kerabat terkait bisa mengalami nasib serupa.

Menurut pandangan penguasa Pyongyang, jika ada orang yang melanggar hukum –terutama tahanan politik — maka seluruh keluarganya — termasuk kakek-nenek, orangtua, dan anak-anak orang itu bakal ditahan atau dikirim ke kamp kerja paksa.

Aturan ‘hukuman 3 generasi’ itu dimulai oleh Kim Il-sung pada 1950-an.

Inilah Alasan Korea Utara Selalu Ada Pemasukan

Inilah Alasan Korea Utara Selalu Ada ” Pemasukan “

Inilah Alasan Korea Utara Selalu Ada PemasukanFakta Keuangan Korea Utara – Siapapun tahu kalau Korea Utara adalah negara paling misterius di dunia. Di saat negara-negara lain saling bekerjasama untuk meningkatkan persatuan dunia, Korea Utara memang sengaja menutup diri demi menjaga kekuasaan absolut dari rezim komunisnya. Saking ‘buta’-nya dengan informasi dari luar, masyarakat Korut percaya-percaya saja dengan apapun yang dipropagandakan oleh pemerintah. Maka dari itu, tak mengherankan pula jika rakyatnya bisa sampai memuja-muja pemimpinnya bak dewa.

Setelah Perang Korea (1950-1953) akhirnya memisahkan dua Korea, Korea Utara praktis tidak memiliki teman. Paling hanya Cina yang sesekali membantu Korut untuk melindungi kepentingannya sendiri. Tapi nyatanya negara yang ‘sendirian’ ini bisa bertahan hingga sekarang. Kalau negara pada umumnya dapat devisa dari perdagangan luar negeri dan hubungan dengan negara lain, kira-kira gimana ya Korut bisa mengumpulkan duit untuk bertahan?! Buat yang penasaran, yuk simak bareng ulasan Hipwee News & Feature ini!

1. Kerjasama dengan Cina adalah salah satu pilar terkuat yang menopang ekonomi Korut. Pasalnya 85% dari total perdagangan luar negerinya ya hanya sama Cina

Cina adalah satu-satunya negara yang mungkin bisa disebut ‘teman’-nya Korea Utara. Maka sebenarnya tidak mengherankan kalau angka perdangangan luar negeri Korut, 85%-nya hanya dengan Cina. Komoditi utama negara tertutup ini adalah batu bara. Meski sering terkena sanksi internasional, penjualan batu bara ke Cina inilah yang disinyalir jadi sumber pendanaan utama program-program persenjataan dan nuklir Korut.

Disamping perdagangan dengan Cina, Korut juga menjalin hubungan ekonomi dengan segelintir negara lain seperti India, Rusia, Thailand, dan Meksiko. Hasil ‘deal-deal‘an dengan Korea Selatan juga biasanya membawa aliran dana segar dalam bentuk bantuan. Tapi ya urat nadi perekonomian dan mungkin keberlangsungan Korut itu Cina. Banyak ahli bahkan yakin jika Cina berhenti membantu Korut, negara tersebut tidak akan bisa bertahan.

2. Meski sering dikira ketinggalan zaman, Korea Utara justru diduga sedang mengumpulkan pundi-pundi uang dengan cara terbaru: hacking

Meski nggak bakalan ada bisa benar-benar tahu kondisi perekonomian negara tertutup ini, Korea Utara diduga kuat memiliki banyak aliran dana ilegal. Salah satu yang terbaru adalah dengan meretas bank-bank internasional. Penemuan ini diungkapkan oleh perusahaan sekuritas dunia Kaspersky. Kaspersky mengamati serangan hacking di berbagai bank dari 18 negara yang mulai terjadi di awal tahun 2017 ini. Jika ditelusuri, ternyata semua serangan tersebut berasal dari metode sama yang kini disebut Lazarus. Ahli sekuritas meyakini pemerintah Korut berada di balik Lazarus ini.

Oh ya menurut laporan tersebut, Indonesia termasuk salah satu negara yang jadi korban lho. Meski banyak yang akhirnya bisa digagalkan, tapi ini berarti Korut tambah berani saja menyerang negara lain. Padahal tadinya dikira gaptek dan ketinggalan zaman, tapi nyatanya negara ini juga mengikuti perkembangan terbaru dalam pengumpulan dana ilegal.

3. Satu lagi yang diduga dijual secara ilegal oleh Korea Utara ke negara lain: buruh untuk bekerja paksa dan barang-barang selundupan

Dilansir dari CNN, Korea Utara acap kali persalah gunakan hak diplomatik di kedutaan besar mereka di berbagai negara untuk aksi transaksi ilegal. Salah satunya untuk menyelundupkan ‘aset’ yang kira-kira bisa dijual dan menghasilkan uang. Selain komoditas berharga seperti emas atau senjata-senjata api, banyak laporan yang meyakini pemerintah Korut juga menyelundupkan pekerja-pekerja ilegal untuk bekerja di negara lain. Bukan seperti TKI yang diberangkatkan dengan segala prosedur resmi, pekerja dari Korut ini bisa dianggap seperti buruh paksa. Ketika rakyat kecilnya menderita, semua pemasukan ilegal itu langsung masuk ke ‘kantong’ pejabat-pejabat elit Korut.

Biro rahasia bernama Office 39 diduga bertugas mencari dan mengelola semua aliran dana tersebut, baik yang legal maupun ilegal. Tak hanya itu biro ini juga dikenal karena kelihaian mereka menyamarkan transaksi ilegal Korea Utara sehingga terlihat seperti transaksi yang sah. Begitulah kira-kira bagaimana Korut bisa bertahan selama ini walaupun dimusuhi seluruh dunia dan seringkali sanksi ekonomi. Meski aksi-aksi ilegalnya jelas salah dan tak boleh berlanjut, di sisi lain, hebat juga sih sebuah negara dengan kondisi seperti itu bisa bertahan hingga saat ini.

Fakta Unik Dari Korea Utara

Fakta Unik Dari Korea Utara

Fakta Unik Dari Korea Utara

Fakta Unik Dari Korea Utara

Fakta Unik Korea Utara – SEJAK awal berdirinya Korea Utara sudah memutuskan untuk mandiri dan menutup diri dari dunia luar. Di sisi lain, saat ini korea utara membuka diri untuk dikunjungi turis, demi meraup devisa. Walaupun bukan menjadi tujuan wisata populer.

Tercatat pada tahun 2014 korea utara dikunjungi 10 ribu turis dan korea utara menargetkan pada tahun 2020 akan ada kunjungan turis sekitar 2 juta.

Sebelum kamu jadi salah satu turis yang akan ke sana, kenali dulu fakta-fakta Korea Utara ini

1. Hukuman 3 generasi
Korea Utara memiliki istilah hukuman tiga generasi. Hukuman tiga generasi ini di berlakukan ketika seseorang berbuat salah seperti mencoba kabur dari negara dan mengkritik pemerintahan, yang dihukum tidak hanya dirinya sendiri saja. Melainkan seluruh anggota keluarga juga turut dihukum hingga tiga generasi dalam keluarga.

Artinya, kakek, nenek, yang berbuat salah, ayah, dan ibunya yang menanggung beban hukuman tersebut hukuman tersebut dia agar mencegah individu yang bersalah melarikan diri.

2. Tidak boleh merayakan ulang tahun
Jangan berlibur untuk membuat party ulang tahun di sana, apalagi hari lahirmu 8 Juli dan 17 Desember. Kedua tanggal itu tepat dengan meninggalnya pemimpin tertinggi kedua Korea Utara – Kim Jong-il – dan Kim Il-sung. Korea Utara sedang berduka di hari-hari itu dan yang bersuka ria akan dihukum.

3. Korea Utara mempunyai kalender sendiri
Jangan bayangkan jika Korea Utara itu menganggap tahun ini adalah tahun 2017. Kenyataannya, menurut Korea Utara saat ini adalah tahun 106. Hal ini disebabkan Korea Utara menandai kelahiran pemimpin tertinggi mereka yang pertama, Kim Il-sung sebagai tahun 1 (1912). Yang kemudian membuat kalendernya sendiri untuk negaranya tersebut.

4. Tidak bebas mengakses internet
Internet sekarang ini sudah berisi jutan domain, tapi hanya ada 28 situs web yang boleh diakses oleh warga Korea Utara. Itupun berkisar pada situs web yang biasa saja, misalnya tentang asuransi, pendidikan, perawatan manula, berita, dan tips memasak.

Selain itu, tidak mudah masuk ke internet di rumah karena komputer bukan barang terjangkau dan harus dibeli dengan izin. Jumlah penduduk Korea Utara sekitar 25 juta, tapi hanya beberapa ribu orang saja yang menggunakan internet di rumah.

5. Desa propaganda
Tak jauh dari zona demiliterisasi, perbatasan antara Korea Utara dan Selatan, ada sebuah kota kecil yang tampak menyenangkan. Dari jauh, kota itu punya fasilitas lengkap: sekolah, rumah sakit, dan toko-toko di antara rumah-rumah dari beton yang kokoh.

Tapi, tidak ada seorangpun yang tinggal di sana. Area yang oleh pihak Korut disebut “Desa Perdamaian” berselimut misteri. Sejumlah laporan menduga bahwa desa itu hanya untuk pamer kepada Korea Selatan tentang betapa hebatnya kehidupan di Korea Utara.