Fakta Unik Dari Korea Utara

Fakta Unik Dari Korea Utara

Fakta Unik Dari Korea Utara

Fakta Unik Dari Korea Utara

Fakta Unik Korea Utara – SEJAK awal berdirinya Korea Utara sudah memutuskan untuk mandiri dan menutup diri dari dunia luar. Di sisi lain, saat ini korea utara membuka diri untuk dikunjungi turis, demi meraup devisa. Walaupun bukan menjadi tujuan wisata populer.

Tercatat pada tahun 2014 korea utara dikunjungi 10 ribu turis dan korea utara menargetkan pada tahun 2020 akan ada kunjungan turis sekitar 2 juta.

Sebelum kamu jadi salah satu turis yang akan ke sana, kenali dulu fakta-fakta Korea Utara ini

1. Hukuman 3 generasi
Korea Utara memiliki istilah hukuman tiga generasi. Hukuman tiga generasi ini di berlakukan ketika seseorang berbuat salah seperti mencoba kabur dari negara dan mengkritik pemerintahan, yang dihukum tidak hanya dirinya sendiri saja. Melainkan seluruh anggota keluarga juga turut dihukum hingga tiga generasi dalam keluarga.

Artinya, kakek, nenek, yang berbuat salah, ayah, dan ibunya yang menanggung beban hukuman tersebut hukuman tersebut dia agar mencegah individu yang bersalah melarikan diri.

2. Tidak boleh merayakan ulang tahun
Jangan berlibur untuk membuat party ulang tahun di sana, apalagi hari lahirmu 8 Juli dan 17 Desember. Kedua tanggal itu tepat dengan meninggalnya pemimpin tertinggi kedua Korea Utara – Kim Jong-il – dan Kim Il-sung. Korea Utara sedang berduka di hari-hari itu dan yang bersuka ria akan dihukum.

3. Korea Utara mempunyai kalender sendiri
Jangan bayangkan jika Korea Utara itu menganggap tahun ini adalah tahun 2017. Kenyataannya, menurut Korea Utara saat ini adalah tahun 106. Hal ini disebabkan Korea Utara menandai kelahiran pemimpin tertinggi mereka yang pertama, Kim Il-sung sebagai tahun 1 (1912). Yang kemudian membuat kalendernya sendiri untuk negaranya tersebut.

4. Tidak bebas mengakses internet
Internet sekarang ini sudah berisi jutan domain, tapi hanya ada 28 situs web yang boleh diakses oleh warga Korea Utara. Itupun berkisar pada situs web yang biasa saja, misalnya tentang asuransi, pendidikan, perawatan manula, berita, dan tips memasak.

Selain itu, tidak mudah masuk ke internet di rumah karena komputer bukan barang terjangkau dan harus dibeli dengan izin. Jumlah penduduk Korea Utara sekitar 25 juta, tapi hanya beberapa ribu orang saja yang menggunakan internet di rumah.

5. Desa propaganda
Tak jauh dari zona demiliterisasi, perbatasan antara Korea Utara dan Selatan, ada sebuah kota kecil yang tampak menyenangkan. Dari jauh, kota itu punya fasilitas lengkap: sekolah, rumah sakit, dan toko-toko di antara rumah-rumah dari beton yang kokoh.

Tapi, tidak ada seorangpun yang tinggal di sana. Area yang oleh pihak Korut disebut “Desa Perdamaian” berselimut misteri. Sejumlah laporan menduga bahwa desa itu hanya untuk pamer kepada Korea Selatan tentang betapa hebatnya kehidupan di Korea Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.